Rayakan Hari Batik Nasional!

Oleh: Novitasari Fauziah

Tanggal 2 Oktober memang sudah lewat. Namun, ada apa sebenarnya dengan tanggal 2 Oktober? Ya, tanggal 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional berawal pada tahun 2009. Badan PBB yang membidangi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan UNESCO secara resmi mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Hari Batik Nasional adalah hari perayaan nasional Indonesia untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009. (dikutip dari wikipedia.org.) Dalam situs resminya UNESCO menulis bahwa batik Indonesia memiliki banyak simbol yang erat hubungannya dengan status sosial dari masyarakatnya, kebudayaan lokal, alam dan sejarah itu sendiri. Batik bukan hanya bahan untuk membuat pakaian, tapi batik dinilai sebagai identitas bangsa Indonesia.

Pada tanggal 2 Oktober ini, banyak mahasiswa yang memakai batik. Kebetulan hari itu juga bertepatan dengan hari Jumat di mana semua pegawai instansi pemerintah, BUMN, dan swasta diwajibkan memakai seragam batik. Banyak juga loh, mahasiswa FK UNS yang rame-rame memakai batik. Kalo gak kita yang cinta budaya sendiri siapa lagi. Lestarikan Batik, Budayakan warisan Indonesia! Selamat Hari Batik Nasional 2015!

Misteri di Balik Hari Kesaktian Pancasila

Oleh: Galuh Sekar P.

Bagi beberapa kalangan mungkin susah membedakan antara Hari Kesaktian Pancasila dengan Hari Lahirnya Pancasila. Hari Lahirnya Pancasila merupakan hari dimana Pancasila pertama kali diperdengarkan kepada umum, yaitu pada tanggal 1 Juni 1945, saat Soekarno mengusulkan nama dasar negara kita dengan nama Pancasila. Sedangkan Hari Kesaktian Pancasila adalah hari dimana Pancasila dianggap sebagai dasar negara yang tak tergantikan. Hari kesaktian pancasila juga berhubungan erat dengan peristiwa G30SPKI. Continue reading

Childhood Cancer Care, Sebuah Harapan Pejuang Cilik di Ruang Maya Ananta

  By: Amola Besta T.    

     Jika kita pada kesempatan waktu berada di RS Moewardi maka sempatkanlah untuk menuju ke sebuah ruang di Bangsal Melati. Sebuah ruang bermain bernama Maya Ananta, berisikan berbagai macam pasien anak yang didominasi oleh para pejuang cilik kita, yaitu para penderita kanker yang masih anak-anak, waktu dimana mereka seharusnya bermain dengan bebasnya, belajar, dan menghabiskan waktu mereka di alam bebas bersama temannya. Bukalah pintu ruang tersebut dan kau akan melihat secerah senyum terpancar dari wajah mereka di samping keadaan mereka yang membuat mereka harus menjalani berbagai macam terapi rutin. Mereka tetap tersenyum. Continue reading

Dilema Anak-anak Pencari Nafkah

      1 Komentar pada Dilema Anak-anak Pencari Nafkah

Oleh: Yaasin Rachman Noor

Apa yang terlintas di pikiran kita ketika kita ditanya apa sih yang dimaksud dengan anak? Menurut Undang – Undang Nomor 23 tahun 2002 pasal 1 ayat (1) yang dimaksud anak adalah semua orang yang belum mencapai umur 18 tahun, termasuk anak dalam kandungan. Dijelaskan dalam Undang – Undang nomor 39 tahun 1999 pasal 1 ayat (5) anak merupakan setiap manusia yang berusia di bawah 18 tahun dan belum menikah, termasuk anak dalam kandungan. Anak di sisi lain juga merupakan anugerah bagi para orang tua yang jelas akan selalu disayangi dan dilindungi oleh mereka. Selain itu, anak juga merupakan generasi penerus bangsa karena siapa lagi yang akan menggantikan tokoh – tokoh yang berpengaruh kalau bukan anak yang nantinya menjadi dewasa?

Continue reading

Belajar Peduli Melalui Crisis Centre KBM FK UNS

photo credit: http://himapsi.fk.uns.ac.id/

Oleh: Hendri dan Zahra

Crisis Center KBM FK UNS merupakan sebuah wadah yang dibentuk untuk menggalang  dana atau bantuan ketika terjadi bencana, sebagai bentuk kepedulian Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNS (FK UNS) terhadap bencana alam. Crisis Centre bekerjasama dengan divisi pengabdian masyarakat di kelima program studi di FK UNS untuk mengumpulkan bantuan dan  dana ketika terjadi bencana. Misalnya, baru-baru ini crisis centre mengumpulkan bantuan untuk membantu korban asap di Sumatera. Continue reading

The Ignored Cry

      Tak ada komentar pada The Ignored Cry

By: Amalia Zahra

I was walking when suddenly I heard a loud crash. An old man about fifty fell from his motorcycle. A lot of people were present on scene, yet nobody moved to help him. If you’re faced in that kind of situation, will you help? Majority will likely answer yes. But action speaks louder than words; psychologists prove that the opposite will happen. Continue reading

[ARTIKEL LEPAS] World Suicide Prevention Day

Mungkin kita hanya sering mendengar kasus bunuh diri lewat cerita di novel atau mungkin di cerita misteri tapi tahukah engkau bahwa menurut Dr Shekhar Saxena, lebih dari 800,000 orang meninggal karena kasus bunuh diri setiap tahun – yang berarti, 1 orang setiap 40 detiknya? (-source)

Continue reading

[EVENT] Lomba Kepenulisan dan Fotografi Jurnalistik FK UNS

IMG-20150905-WA0004

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian” – Pramoedya Ananta Toer, Rumah Kaca

Itulah salah satu quotes mengenai kepenulisan yang paling dikenal di Indonesia. Ada beribu kata-kata mutiara hingga motivasi yang mengajak kita untuk mulai menulis kapanpun dan dimanapun. Dengan menulis, kita tidak hanya sekedar memvisualisasikan pemikirian kita diatas media namun kita bisa menggerakkan dunia, setidaknya hati orang yang membaca tulisan kita.

Continue reading

[ARTIKEL LEPAS] Mahasiswa Peduli – Buka Bersama Anak Difabel Se-Surakarta

Untuk apa kita menyibukkan diri, menghabiskan banyak waktu,uang dan tenaga ke kegiatan dalam kampus jika kita masih tidak peduli dengan lingkungan luar? Berikut ini pengalaman Nur Salasah setelah mengikuti buka bersama dengan anak difabel se Surakarta.

Continue reading