Webinar Jurnalistik Nasional 2022

Sabtu (11/06/2022), LPM Erythro FK UNS menyelenggarakan kegiatan tahunannya yaitu Webinar Jurnalistik Nasional (WJN). WJN kali ini mengusung tema “Mewujudkan Jiwa Jurnalis Muda yang Anti Hoax dan Plagiarisme di Era Digital”. Kegiatan dilaksanakan melalui media daring Zoom meeting dan dihadiri oleh sekitar 80 peserta dari kalangan umum maupun anggota LPM lainnya.

WJN dimulai pukul 08.35 WIB dan dibuka dengan sambutan dari dokter Dian Nugroho, dr., MmedEd selaku Pembina LPM Erythro serta sambutan dari Pimpinan Umum LPM Erythro dan ketua pelaksana. Pembicara yang dihadirkan dalam WJN kali ini adalah Andry Hariana selaku Kepala Liputan Sariagri.id, mantan senior Kepala Peliputan daerah Indosiar dan SCTV, serta merupakan asesor di Dewan Pers.

Dalam sesi materi, dipaparkan penjelasan mengenai keterkaitan jurnalis dengan teknologi saat ini, bagaimana perkembangan teknologi sudah sangat memudahkan proses pembuatan berita. Ditampilkan juga contoh-contoh dari berita yang mengandung hoax, termasuk pula judul-judul yang merupakan click bait

Pak Andry Hariana menjelaskan Terdapat 3 jenis plagiarisme dalam jurnalistik, yaitu plagiat murni, churnalism, dan sharing berita. Plagiat murni berarti mencomot berita lain sepenuhnya dan mengklaimnya sebagai berita miliknya sendiri. Churnalism adalah daur ulang dari beberapa berita yang dijadikan satu tanpa mencantumkan sumber. Sharing berita biasanya dilakukan oleh para humas untuk membagi beritanya kepada media-media tertentu. Plagiarisme memiliki dampak yang cukup berisiko karena dapat mengurangi bahkan menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap media berita.

DIjelaskan pula mengenai sembilan elemen jurnalisme oleh Bill Kovach dan Tom Rosenstiel yaitu (1) kebenaran, (2) kesetiaan terhadap warga, (3) verifikasi, (4) independen, (5) pemantau, (6) menyediakan forum kritik, (7) membuat hal penting menjadi menarik dan relevan, (8) berita komprehensif dan proporsional, serta (9) mengikuti hati nurani. Di mana jurnalis harus memenuhi kesembilan elemen dalam membuat berita yang baik.

Harapannya peserta dapat menghindari kalimat-kalimat yang seharusnya tidak digunakan. Selain itu, ditekankan pula pentingnya menghindari plagiarisme dalam pembuatan berita, “Apakah kita masih mempunyai tanggung jawab moral atau mempunyai integritas untuk ini? Ini menjadi pertanyaan untuk kita semua”. 

Kegiatan WJN diakhiri dengan sesi tanya jawab dengan antusias peserta yang tinggi, kemudian dilanjutkan dengan pemberian sertifikat pembicara serta dokumentasi.

Penulis: Fatiah Zahra & Galuh Nurfairuz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.