PRO EMPATIK: PKM-M Mahasiswa FK UNS

Salah Satu Agenda di Pondok Pesantren Daarul Quran Boarding School

Jumat (08/06) telah berlangsung kegiatan pemberian obat, penyuluhan, dan tandatangan SOP yang diadakan oleh sekelompok tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M) dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Kegiatan ini merupakan salah satu dari beberapa rangkaian kegiatan PKM-M yang dilaksanakan oleh tim dengan beranggotakan Muh Nazir Lathif (2016), Zahra Dzakiyatin N (2015), Fauziah Nurul L(2015), Sha Lisa I (2016), dan Muh Daffa A (2017). PRO EMPATIK (Program Eradikasi Massal Scabies) pada Pondok Pesantren Daarul Quran Boarding School yang merupakan program untuk memutus mata rantai penularan penyakit scabies ini berhasil lolos untuk didanai oleh Dikti yang dilaksanakan di pondok santri laki-laki.

“PKM ini merupakan program berkelanjutan yang mengupayakan penyembuhan total dan mengajarkan kebiasaan pola hidup bersih di pondok pesantren guna mencegah penyebaran kutu Sarcoptes scabiei,” ujar Rezi Novierta Pesik, dr., M.Kes. selaku pembimbing dari PKM-M tersebut. Program ini diharapkan dapat diterapkan di pondok pesantren lainnya. Selain itu, pembelajaran pola hidup sehat ini juga diharapkan dapat diterapkan di keluarga santri masing-masing.

“Kegiatan ini sangat membantu dalam menangani masalah penularan scabies di pondok pesantren kami, karena jika hanya seksi kesehatan dan pengurus kurang bisa menangani masalah ini. Alhamdulillah juga diberi obat gratis,” ujar Hafidzh, santri kelas VIII yang menjabat sebagai Ketua Kesehatan. Rangkaian kegiatan PKM-M ini antara lain Hello Scabies!, Pro Empatic Understanding, Scabies Empatic 1, Scabies Empatic 2, Healthy Man, serta Pro Empatic Monitoring and Sharing. Inti dari rangkaian kegiatan tersebut adalah penyuluhan, pemeriksaan (screening), pembersihan lingkungan, pengobatan, dan evaluasi serta monitoring.

“Banyak kendala dalam pelaksanaan PKM-M ini, antara lain terdapat beberapa santri yang tidak ikut serta dalam pemeriksaan (screening), banyaknya santri yang mengabaikan penyakit scabies, dan proses perebusan pakaian pada kegiatan pembersihan lingkungan yang relatif lama. Harapannya, setelah liburan hari raya ini pondok pesantren dapat steril dari Sarcoptes scabiei,” ujar Zahra dan Daffa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *