Opini Mahasiswa : Sebagai Mahasiswa Harus Kritis atau Eksistensi?

Oleh Muhammad Yogatama Wirawan (Kedokteran 2015)

Baru-baru ini saya tersadar bahwa ternyata kita tidak sedang baik-baik saja. Dibalik segala kemudahan yang tersedia, ada ironi yang terjadi di kalangan mahasiswa. 2 tahun saya menjadi mahasiswa tidak pernah sekalipun saya benar-benar hikmat mengikuti prosesi kegiatan laporan kinerja organisasi mahasiswa, baik internal maupun eksternal. Bahkan di lingkup organisasi nasional pun saya tetap berperilaku sama, belum juga tersadarkan. Hingga akhirnya ada seorang senior yang bicara begini; ” Mana kalian yang dulu? Yang ketika calon purna jabatan akan membacakan laporan pertanggungjawaban, mereka berkeringat dingin karena takut kalian bantai. Sekarang hal semacam itu sudah mulai hilang. Tidak ada lagi semangat membara dalam mengkaji, tidak ada lagi ganasnya kalian meminta penjelasan. Yang ada hanya iya-iya saja padahal banyak yang bisa dipertanyakan.”

Kejadian di atas pasti kerap kita alami, terutama mahasiswa hampir tua yang sudah banyak melihat pergantian pemangku jabatan politik kampus. Ya, begitulah adanya. Jika untuk isu yang sangat dekat dengan mahasiswa seperti kebijakan kampus saja kita tidak peduli, bagaimana dengan nasib bangsa Indonesia?

Menurut Chance (1986) mengatakan bahwa berpikir kritis adalah kemampuan untuk menganalisis fakta, mencetuskan dan menata gagasan, mempertahankan pendapat, membuat perbandingan, menarik kesimpulan, mengevaluasi argumen dan memecahkan masalah. Ternyata, mahasiswa sudah tidak lagi kritis, atau bahasa awamnya mulai muncul benih-benih apatis. Kita tidak lagi tergerak untuk menelaah dan mengkaji tentang apa-apa yang terjadi di sekitar kita. Kita lebih tertarik dengan hal-hal yang menyenangkan. Seperti menaikkan angka follower sosial media atau push rank game online.

Aksi demonstrasi mahasiswa yang kerap dilakukan mahasiswa pun terkesan belum maksimal membawa perubahan. Meskipun sangat perlu kita apresiasi, karena orang-orang tersebut adalah mahasiswa yang masih mau berpanas-panas membela rakyat Indonesia. Namun, cukup disayangkan ketika aksi hanya menjadi tradisi tanpa ada hal yang benar-benar mendasari. Lebih sering berujung anarki tanpa berakhir dengan solusi. Memaksakan diri padahal belum dengan seksama dikritisi. Semoga aksi-aksi selanjutnya bisa lebih aspiratif dan membawa kebaikan.

Tidak dapat dipungkiri sistem yang ada membuat kita terbuai dan makin jauh dengan masyarakat. Kita masih terbuai keromantisan perjuangan. Mengelu-elukan prestasi mahasiswa masa silam yang lekat dengan titel agen perubahan. Saya takut kita sedang mengidap waham. Waham, karena setiap hari kita merasa bagian dari pembuat perubahan, penyambung lidah rakyat, dan pembela kebenaran. Padahal, sudahkah kita peduli dengan keadaan di sekitar kita? Sudah sedekat apa kita dengan masyarakat? Perubahan apa yang telah kau upayakan? Siapa tahu itu hanya khayalan kita belaka.

Salah satu contohnya, isu LGBT yang sedang beredar akhir-akhir ini seakan-akan luput dari radar informasi mahasiswa. Sangat miris jika ilmu yang kita pelajari seakan tidak ada koneksi dengan masalah di dunia nyata. Mana suara mahasiswa ber-IP tinggi yang mungkin sudah khatam buku-buku terkait kesehatan jiwa atau gangguan seksual. Kalau bukan kita yang punya akses ilmu lebih yang memberi pencerahan pada bangsa ini, mau siapa lagi?. Berharap pada pemerintah saja tidak cukup. Kemenkes masih bergelut dengan wabah difteri yang muncul kembali setelah gempuran gerakan anti vaksin. Ngomong-ngomong tentang gerakan anti vaksin yang mungkin menjadi biang keladi wabah difteri yang sedang terjadi. Saya pernah berpikir, mungkin ini terjadi karena dunia dipenuhi dengan berita hoaks dan berita salah tanpa ada yang mengklarifikasi. Bisa jadi sikap tidak peduli kita yang menyebabkan masyarakat yang kebingungan jadi salah menelan informasi. Mungkin jika saat yang lalu seluruh mahasiswa bikin pencerdasan massal dan bikin gerakan yang melawan kelompok anti vaksin, kejadian luar biasa ini tidak akan terjadi. Mungkin…

Sekarang kita sangatlah eksis, jauh dibanding pejuang-pejuang kita di masa dulu. Sekarang curahan hati tentang mantan saja sudah ribuan yang melihat dan di-like. Entah like itu maksudnya memberi dukungan moril, atau suka kalau orang tersebut jomblo. Bandingkan dengan pejuang dahulu yang membagikan tulisan tentang rasa galau akan masa depan bangsa hanya didengar segelintir teman nongkrong. Hal-hal seperti cinta, barang elektronik baru, atau lagu baru lebih disukai dan lebih aman untuk kita suarakan. Membuat kita lebih eksis daripada kritis membahas isu-isu yang bermakna.

Nah sekarang, apakah eksis saja sudah cukup? Padahal sekali kita share status, akan ada ribuan bahkan jutaan yang membaca. Ternyata eksisnya kita itu tidak serta merta menjadikan kita agen perubahan. Ternyata mahasiswa ‘zaman old’ yang malah lebih sukses membawa perubahan, padahal komunikasi antar pergerakan saja masih harus surat-suratan. Demonstrasi besar-besaran dulu tidak mungkin dishare via grup WA ataupun Line. Pasti butuh effort yang sangat ekstra agar semua orang tahu tentang apa yang mereka suarakan.

Di sini penulis mengajak mahasiswa yang sudah eksis ataupun belum untuk belajar menjadi lebih kritis. Karena dengan menjadi kritis, eksistensi kita akan membawa kebaikan yang lebih masif. Dunia maya butuh kita. Mari kita pertajam kepekaan dan sikap kritis kita terhadap keadaan di sekitar. Lalu kita sebarkan ilmu kita, agar menjadi penerang di kegelapan. Seperti filosofi gelas, tidak ada gelas yang benar-benar kosong. Jika tidak diisi air maka ia akan terisi dengan udara. Begitu pula dunia maya, jika tidak kita isi dengan berita baik, maka sudah pasti akan terisi dengan keburukan-keburukan. Ayo, eksis plus kritis biar tidak apatis apalagi anarkis.

“Buka mata, lalu lihatlah dunia. Sadarlah bumi masih butuh kita… Buka hati, lalu perbaiki diri, karena ujian dari-Nya berawal dari sini.

Pengenalan Budaya dan Kuliner Daerah Menjadi Daya Tarik Solo Culture Festival

Solo – Kamis (18/01/2018) telah berlangsung acara Solo Culture Festival sebagai rangkaian acara Solo Medical Cup 2018. Acara yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret ini dilaksanakan di Atrium Solo Grand Mall dan merupakan kelanjutan acara pada Rabu (17/01/2018). Solo Culture Festival dimulai dari pukul 1 siang hingga 9 malam.

Hari kedua Solo Culture Festival berlangsung cukup meriah dengan adanya food fest. Selain itu, terdapat banyak acara menarik lain seperti make up tutorial, pertunjukan akustik, talkshow SMC, tari tradisional, fashion show Solo Batik Carnival, DJ beatbox, serta flashmob. Tujuan utama dari acara ini sendiri adalah untuk mempromosikan Solo Medical Cup 2018.

Nuansa kebudayaan terasa semakin kental di hari kedua ini. Hal ini terlihat dari seragam panitia yang mengenakan batik, food fest yang menjajakan makanan dari berbagai daerah, serta beberapa acara seperti tari tradisional dan fashion show. “Kalau hari pertama kemarin kan cuma lomba akustik dan lomba makan. Hari ini kita lebih menonjolkan ke tema, yaitu ‘Brings the Culture Back’. ” jelas Arinta selaku panitia.

Banyak tanggapan positif dari masyarakat yang hadir, terutama karena adanya food fest yang memungkinkan masyarakat menyaksikan acara sembari menikmati jajanan. “Kebetulan lewat tadi, terus mampir. Bagus kok acaranya, bisa ngicipin makanan dari mana-mana juga,” ungkap seorang ibu yang mengaku berasal dari Sragen.

Selain itu, para pengisi acara pun mengaku senang dengan keberlangsungan acara ini. “Senang bisa ikut berpartisipasi memeriahkan acara ini, sekalian bantu-bantu publikasi Solo Medical Cup. Harapannya semoga jadi banyak yang datang dan daftar lomba di Solo Medical Cup,” ujar Ivanaldo, salah satu mahasiswa FK yang menampilkan akustik. (Daini/Laras)

Keseruan Solo Culture Festival

      1 Comment on Keseruan Solo Culture Festival

Solo – Rabu (17/01) telah diadakan Solo Culture Festival yang merupakan rangkaian acara dari SMC 2018 di lantai dasar Solo Grand Mall.

Solo – Rabu (17/01/2018) telah diadakan acara Solo Culture Festival yang merupakan salah satu rangkaian agenda Solo Medical Cup 2018 yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran UNS. Acara yang bertempat di Solo Grand Mall ini diselenggarakan dari pukul 10 pagi hingga 9 malam.

‘’Solo Culture Festival merupakan ajang untuk mempromosikan Solo Medical Cup 2018 itu sendiri. Acara ini mengangkat tema kebudayaan Solo. Persiapan acaranya pun lumayan cepat dan matang. Acaranya ada festival makanan, lomba makan seblak, lomba akustik, make up tutorial, talkshow SMC, dan terakhir ada DJ dan beatbox. Harapannya semoga tahun depan bisa diadakan lagi dan lebih matang lagi! ‘’ jelas Golda, sebagai penanggung jawab acara Solo Culture Festival ini. ‘’Selain itu, acara ini juga digunakan untuk menambah modal untuk Solo Medical Cup 2018 itu sendiri, ‘’ tambah Cacuk selaku presidium Solo Medical Cup 2018.

Serangkaian acara di hari pertama Solo Culture Festival berjalan dengan lancar. Banyak tanggapan dan kesan yang baik dari para pengunjung. ‘’Acaranya seru, menarik. Sering-sering diadakan, ya, Kak! ‘’ kata Roma, salah satu pengunjung.

Lomba makan seblak serta lomba akustik yang digelar pun banyak diminati. ‘’Saya tahu lomba makan seblak dari social media. Ternyata seblak nya pedas banget dan masih panas, mantap! Keberjalanan acara sudah baik. Harapan saya untuk acara ini semoga tahun depan bisa terlaksana lebih baik agar pengunjung juga semakin puas, ‘’ ujar Rayhan, salah satu peserta lomba makan seblak.

Rangkaian Solo Culture Festival yang berjalan 2 hari masih berjalan sampai berita ini diturunkan. Yuk merapat ke Solo Grand Mall dan ramaikan Solo Culture Festival hari ini!(Aisha/Farah)

Perhelatan Open House Fakultas Kedokteran UNS

Solo – Suasana peserta yang sedang registrasi di acara Open House SMC 2018 pada Minggu (24/12) pagi kemarin di Fakultas Kedokteran UNS. | dok. panitia

Solo – Minggu (24/12/17) pagi kemarin telah berlangsung acara Open House Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) yang dilaksanakan di gedung Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran UNS. Acara ini merupakan rangkaian dari pre-event kedua Solo Medical Cup 2018 yang diselenggarakan oleh BEM FK UNS. Sama seperti rangkaian acara sebelumnya, acara ini dimulai dengan registrasi pada pagi hari.

Acara ini dibuka dengan kuliah umum yang diisi oleh 2 pembicara. Presiden BEM FK UNS—Yogatama Wirawan, menjadi pemateri pertama. Kemudian pemateri kedua adalah salah satu dosen Psikologi FK UNS—Rafika Nur Kusumawati S.Psi., MA. Materi yang disampaikan adalah kiat-kiat serta perjuangan dilakukan agar berhasil menjadi salah satu mahasiswa Fakultas Kedokteran dan langkah-langkah yang harus dilakukan agar tidak salah memilih jurusan kuliah.
“Seru sih, jadi dapet tips dan trik buat masuk kuliah, khususnya masuk FK sendiri.” Ujar Putri, salah satu peserta Open House yang berasal dari SMA N 3 Surakarta.

Dengan diadakannya Tour De Lab peserta mendapatkan pengalaman baru tentang gedung dan laboratorium yang dimiliki Fakultas Kedokteran UNS. Selain itu peserta juga diperkenalkan dengan skills lab dan lima himpunan dari masing-masing prodi yanga ada di FK UNS.
“Iya sih aku baru tau psikologi ternyata masuknya FK. Iya, K3 juga ternyata masuk FK.” Kata Melati, peserta open house yang berasal dari Jakarta.

Peserta acara Open House tahun ini hanya sekitar 500 orang, lebih sedikit dibandingkan peserta tahun lalu. Meskipun begitu, acara kali ini terbilang sesuai dengan ekspektasi para panitia. Gangguan kecil tak terduga yang terjadi seperti masalah operator pun bisa ditangani dengan baik oleh para panitia.

“Di pagi hari itu lancar, cuman ada sedikit gangguan di proyektornya. Gangguan ringan aja sih. Tapi tetep lancar kok.” Ujar I Made Ellian selaku panitia Open House SMC 2018.

Rangkaian acara Open House FK UNS kemudian ditutup dengan menampilkan after movie dan flash mob dari panitia. (Salsha/Elfani/Itsna)

Pertama kali diselenggarakan, Peserta Try Out SBMPTN pada Rangkaian Acara Solo Medical Cup 2018 Membludak

Sabtu (23/12) pagi tadi telah diadakan Try Out SBMPTN di Auditorium UNS. Acara ini diselenggarakan oleh Panitia Solo Medical Cup 2018 dan dihadiri oleh peserta dari berbagai daerah.

Solo – Sabtu (23/12) pagi, suasana di dalam Auditorium UNS cukup hening lantaran sekitar 1600 peserta Try Out SBMPTN tengah serius mengerjakan soal. Try Out ini diselenggarakan sebagai salah satu acara pre-event Solo Medical Cup 2018 yang diselenggarakan oleh BEM FK UNS. Setelah Try Out, acara pre-event berikutnya adalah Open House FK UNS yang akan dilaksanakan hari Minggu (24/12) dan Food Fest yang rencananya akan dilaksanakan pada Januari 2018.

Try Out ini merupakan sebuah hal baru dalam sejarah SMC. Pasalnya, acara Try Out belum pernah diadakan pada tahun-tahun sebelumnya. Ketua SMC 2018, Cacuk Awang Mahendra, mengaku bahwa ia tidak menyangka jumlah peserta Try Out mencapai angka 1600. Karena awalnya pihak panitia hanya menargetkan sekitar 800 peserta. Hal ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para peserta. Bahkan, ada peserta yang sudah datang dari pukul 04.00 WIB, sedangkan registrasinya sendiri baru dibuka pukul 05.30 WIB.

“Sampai-sampai tempatnya harus dipindah, dari Fakultas Kedokteran ke Auditorium UNS supaya cukup.” ungkap Cacuk.

Try Out ini diadakan dalam cakupan Nasional sehingga peserta berasal dari berbagai daerah. “Acaranya seru, bisa nambah wawasan, nambah temen juga. Semoga tahun depan diadakan lagi.” Ujar Rizki dan Regia selaku peserta dari Try Out hari ini yang berasal dari Ngawi.

Presiden BEM FK UNS 2018, Yogatama Wirawan, berpendapat bahwa keberlangsungan acara sudah cukup baik, namun acara sedikit mundur dikarenakan kurangnya kesiapan panitia dan menunggu sambutan dari pihak dekanat. Untuk ke depannya lebih ditingkatkan lagi unsur kualitas terutama ketepatan waktu dan pelayanan kepada adik-adik peserta Try Out.

Selain Try Out, acara hari ini juga meliputi pembahasan soal dari Primagama, Faculty Fair, Food Bazar, dan hiburan. (ELFANI/LARAS/ZAINAB)

Tegaknya Bendera Ormawa di Kepemimpinan Baru

dok. panitia

Solo – Selasa (19/12/17) kemarin telah diadakan Pelantikan Ketua Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Kedokteran. Dengan berpindah-tangannya bendera ormawa FK maka berpindah pula kepemimpinan untuk kepengurusan satu tahun kedepan. Bertempat di Auditorium FK UNS, acara yang diselenggarakan oleh Dewan Mahasiswa FK UNS yang berisi pemberhentian secara hormat 23 ketua ormawa serta pengangkatan 24 ketua ormawa FK ini berlangsung dengan cukup hikmat walau terdapat beberapa ormawa yg tidak dapat hadir sepenuhnya.

dok. panitia

Pada acara ini juga telah diresmikannya Ormawa baru yaitu Himpunan Mahasiswa Profesi Pendidikan Dokter Spesialis (HMPPDS). Dalam sambutannya, Prof. Hartono selaku Dekan Fakultas Kedokteran mengatakan besar harapannya akan ketua-ketua ormawa yang akan menjabat selama setahun kedepan. Beliau juga menuturkan bahwa softskill dalam berorganisasilah yang kelak membedakan antara mahasiswa yang tidak berorganisasi dengan yang aktif berorganisasi. (Vicky/Tyo)

dok. panitia

Kemegahan Mapres di Penghujung 2017

      No Comments on Kemegahan Mapres di Penghujung 2017

Bertempat di lobi gedung pendidikan dokter, Malam Apresiasi Mahasiswa dan Alumni (Mapres) FK UNS 2017 diselenggarakan dengan sangat meriah. Kesan mewah tetap bisa didapatkan meskipun diadakan di wilayah kampus. “Saya sampai heran. Ini acaranya di FK atau di hotel, saat saya terima kiriman gambar pesan WhatsApp dari dr. Sari.” Ucap Prof. Hartono saat memberikan sambutan di acara Mapres FK UNS 2017.

Kegiatan yang diselenggarakan Sabtu malam (9/12) ini selain bertujuan untuk mengapresiasi mahasiswa yang telah berprestasi juga untuk mengeratkan KBM FK dengan alumni. Acara diisi dengan serangkaian penampilan minat dan bakat dari musik hingga sulap, kemudian pemberian penghargaan pada 183 mahasiswa yang telah berprestasi dan nominasi-nominasi KBM terbaik, parade ketua ORMAWA, dan diakhiri dengan flashmob yang dilakukan oleh panitia beserta tamu undangan.

Perbedaan yang dirasakan pada Mapres FK UNS 2017 dengan Mapres pada 2 tahun sebelumnya adalah penyediaan coffe break oleh dr. Sari dan keterlibatan sponsor makanan dan pakaian, sehingga dapat terkesan mewah.

Namun ada hal yang disayangkan dalam setiap acara Mapres yang selama ini diadakan, kegiatan ini selalu diadakan sampai terlampau larut malam hingga pukul 23.00, dengan begitu banyak tamu undangan yang melewatkan sesi akhir dari kegiatan. “Perhelatan semacam ini bisa dijadikan Student Day sehingga tidak sampai larut malam” kata dr. Sari selaku wakil dekan kemahasiswaan.

Terlepas dari itu, berbagai tanggapan positif datang dari para tamu undangan yang hadir. Sangat disayangkan jika melewatkan kegiatan Mapres ini karena diadakan hanya setahun sekali. Maka bagi yang belum bisa hadir, ditunggu partisipasi dan prestasinya pada Mapres FK UNS 2018. (Karin/Daini)

Yang Muda Yang Peduli! “Pemuda Peduli Mari Berfilantropi”

“Kepada pemuda, jika kau pemuda maka bukan saatnya kau diam teronggok di tiap sisi terpaku dengan kemewahan zaman kini, pemuda ialah dia yang peduli dengan sekitar dan punya niat untuk memperjuangkannya.”

Surakarta. Ahad (29/10), berlangsung aksi  “Yang Muda Yang Peduli”, yang merupakan aksi solidaritas Peduli Banjir Banyumas bertempat di car free day (CFD) Jalan Slamet Riyadi depan MAN 2 Surakarta. Acara yang bertema Semangat Sumpah Pemuda ini, diselenggarakan oleh alumni Sekolah Penerus Bangsa (SPB) Universitas Sebelas Maret. Tujuan aksi ini adalah menggugah rasa kepedulian sosial para generasi muda.

Acara yang ber-tagline Pemuda Peduli Mari Berfilantropi ini, diawali dengan pertinjukan akustik. Acara ini berlanjut dengan menyanyikan lagu Satu Nusa Satu Bangsa oleh seluruh panitia. Puncak inti dari acara ini adalah pembacaan puisi milik Gus Mus berjudul Kau Ini Bagaimana Atau Aku harus Bagaimana.

Sementara itu para panitia yang tidak mengisi pertunjukan, menjual berbagai snack dan menggalang dana kepada masyarakat yang berada di car free day. Kemudian acara diakhiri dengan tarian flashmop yang ditarikan oleh seluruh panitia dan masyarakat umum yang ikut meramaikan.

Berdasarkan penghitungan panitia, uang yang diperoleh dari galang dana mencapai Rp. 2.301.100. Sedangkan keuntungan dari hasil berjualan snack sejumlah Rp. 287.000. Seluruh dana tersebut rencananya akan disalurkan melalui BEM UNS bidang Kementrian Tanggap Bencana (KTB) ini.

#SPB2017 #BEMUNS #MariBerfilantropi #PemudaPeduli

LKMM KBM FK UNS Sukses Digelar

      No Comments on LKMM KBM FK UNS Sukses Digelar

 

Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa atau biasa disingkat LKMM sukses digelar oleh Keluarga Besar Mahasiswa FK UNS. Kegiatan LKMM yang pada dasarnya merupakan program kerja dan panitianya berasal dari BEM FK tersebut diikuti oleh 73 peserta yang terdiri dari perwakilan berbagai delegasi dari 20 ormawa yang ada pada KBM FK UNS. Kegiatan LKMM tersebut diadakan selama 3 hari, tepatnya pada tanggal 27-29 Oktober 2017 bertempat di Balai Latihan Kerja Karanganyar, beralamatkan pada Jl. Raya Solo Tawangmangu Km.24 Bangsri, Karanganyar.

Berdasarkan tuturan dari ketua panitia, fungsi dan tujuan diadakannya kegiatan LKMM ini utamanya adalah untuk mempersiapkan para calon penerus ormawa, untuk itulah materi dipersiapkan sesuai dengan tema kepemimpinan, dan juga persiapan kegiatan LKMM ini telah sesuai dengan pedoman kegiatan LKMM dari dikti.Tak lupa juga bahwa pada setiap materi LKMM ini diikuti dengan sesi simulasi, sehingga diharapkan materi yang sudah didapatkan dari pembicara dapat segera diimplementasikan secara langsung dalam sebuah simulasi atau kasus yang telah dihadapkan yang sesuai dengan materi yang telah didapatkan sebelumnya.

Sebelum keberangkatan, peserta mengikuti Technical Meeting pada hari sebelumnya untuk mendapatkan informasi-informasi penting terkait dengan kegiatan LKMM tersebut. Peserta diberangkatkan dari lingkungan kampus Fakultas Kedokteran pada hari Jum’at (27) sekitar pukul 17:30 WIB dengan menggunakan sarana transportasi bus, dan tiba disana sekitar pukul 18;30 WIB.

Pada pelaksanaan LKMM hari pertama, kegiatan difokuskan pada perkenalan masing-masing peserta dan perkenalan fasilitator, pemilihan palu (pak lurah) dan bulu (bu lurah), pembagian kamar, kontrak forum, dan juga ada sesi Inspirational Talk oleh mas Nanda Eka Sri Sejati yang mampu menghipnotis dan memotivasi sehingga cukup membuat antusias peserta.

Pada pelaksanaan LKMM hari kedua, kegiatan lebih dipadatkan lagi dengan materi-materi dan simulasi dari pukul 07:45 – 18:00 WIB. Ada 4 sesi materi pada hari kedua yang terdiri atas berbagai tema dari pembicara yang berbeda.Materi 1 bertemakan tentang Negosiasi dan Lobbying yang diisi oleh mas Lutfi Maulana, materi 2 bertemakan tentang Manajemen Sumber Daya Manusia yang diisi oleh mbak Titis Sekti Wijayanti, materi 3 bertemakan tentang Rencana Pengembangan Organisasi yang diisi oleh mas Faris Khairuddin Syah, dan materi terkahir pada hari kedua bertemakan Monitoring, Evaluasi dan Key Performance Indicator yang ditutup dengan apik oleh mbak Elvia Rahmi. Semua materi tersebut diikuti dengan kegiatan simulasi yang berkaitan dengan materi masing-masing sehingga diharapkan peserta dapat langsung memahami materi yang telah didapatkan. Selanjutnya pada kegiatan malam dilakukan fasilitator time dan ormawa time yang ditutup dengan keseruan menyampaikan pendapat.

Pada hari terakhir pelaksanaan LKMM tersebut, diisi dengan materi terakhir mengenai Rencana Strategis yang diisi oleh Mas Gegget Briyan Kayanto dan dilanjutkan dengan simulasi diskusi PoA (Point of Action) dan juga presentasi yang dibagi dengan beberapa kelompok sesuai dengan bidangnya masing-masing. ”Kita disini masih sama-sama belajar kok, karena saya hanya sharing yang kebetulan udah merasakannya lebih dulu. Saran untuk adik-adik buat kedepannya, kalau bisa materi yang sudah didapatkan harus diimplementasikan selanjutnya” tutur mas Gegget setelah menyampaikan materi. Selanjutnya acara pelepasan dan pemberangkatan pulang para peserta kembali ke Fakultas Kedokteran. Demikianlah serangkaian acara dari LKMM tahun ini.

Banyak sekali hal-hal menarik dan pengalaman baru yang dapat dipetik dari kegiatan LKMM ini, tentunya juga materi-materi yang didapatkan sangat bermenfaat untuk calon-calon penerus kaderisasi dari masing-masing ormawa. “Hal yang paling berkesan itu dapat bertemu dan berkenalan dengan teman-teman baru dari ormawa lain, jadi nambah teman” kata salah satu peserta perwakilan dari BEM FK, Herlina Kusuma Dewi. Namun, tentu saja setiap acara pasti ada kekurangan dalam keberlangsungannya, tak luput juga acara LKMM ini, ada beberapa evaluasi yang dirasakan dari peserta untuk acara ini, terlebih untuk panitia, “Sangat disayangkan mulainya acara sering melenceng dari waktu semestinya, menurut saya hal ini disebabkan karena kurangnya rasa kesadaran dari peserta dan  kurangnya ketegasan panitia. Terdapat hal-hal yang perlu lebih diperhatikan kembali detailnya. Terlepas dari itu saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada panitia dan teman-teman Symphony atas perjuangannya. Yuk, berpadu dalam sinergi!” Sambung Herlina.

Namun terlepas dari beberapa evaluasi dan kekurangan dari keberlangsungan acara LKMM ini, tentunya ada banyak kenangan dan pengalaman baru yang sangat berharga dan bermanfaat yang didapatkan oleh para peserta. Diharapkan dengan selesainya kegiatan LKMM ini, setelah ini semua materi diterapkan dan dijalankan untuk kedepannya dan bukan hanya jadi wacana, dan teman-teman KBM FK dapat termotivasi untuk lebih berprestasi dalam berbagai bidang.

“Di dunia ini tidak ada yang mudah, tetapi tidak ada yang tidak mungkin jika semua orang mau untuk berusaha. Batas antara impian dan realita itu tipis, kalau bisa ditingkatkan ya ditingkatkan saja.” Fathu Thaariq Baihaqy, Ketua Panitia LKMM 2017. (Devy)

SISTEMA 2017: Dari Ide Menjadi Karya

      No Comments on SISTEMA 2017: Dari Ide Menjadi Karya

Scientific Integrative System for New Acquaintances (SISTEMA) merupakan sebuah bentuk kaderisasi sejak dini dalam dunia keilmiahan. Kegiatan yang ditujukan untuk mahasiswa baru ini mengarahkan mereka untuk mengenal Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM). SISTEMA ini diadakan oleh Kastrat de Geneeskunde dengan kerjasama dari himpunan mahasiswa kelima program studi yang ada di Fakultas Kedokteran UNS.

Ketua Umum Kastrat de Geneeskunde, Riswanda Satria Adi Prasojo, menuturkan bahwa harapan diadakannya sistema ini adalah mahasiswa mampu menuangkan ide-ide kreatif dan inovatif untuk dituangkan dalam bentuk tulisan dan karya yang berguna bagi masyarakat, bangsa, negara, dan bahkan dunia. Mahasiswa baru dalam kegiatan SISTEMA ini diarahkan pada pengenalan PKM yang paling dasar yaitu PKM-GT. Pada dasarnya PKM-GT merupakan PKM yang paling mudah diantara yang lain karena mahasiswa dapat belajar dalam membangun pemikiran terlebih dahulu terhadap sebuah ide. Kemudian setelah dapat membangun ide, mahasiswa baru dapat membangun motivasi untuk terus berkarya dalam bidang keilmiahan.

Dalam SISTEMA ini mahasiswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil dengan seorang tutor pada tiap kelompoknya. Pembagian kelompok ini bertujuan agar mahasiswa lebih terbuka dan aktif dalam menanyakan mengenai PKM. Rangkaian kegiatan SISTEMA ini dimulai dengan sosialisasi, grand opening, pengerjaan, pengumpulan karya, pengumuman, dan presentasi finalis. Pengumuman sendiri direncanakan akan dilakukan pada 14 Oktober dan presentasi finalis pada 21 Oktober. Semoga menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat ya. Semangat!

(RUQ/KR)