Grand Opening AAI; Mentoring Agama Islam Dimulai

Pada Sabtu (8/9/2018) telah berlangsung Grand Opening AAI (Asistensi Agama Islam) di Auditorium FK UNS. Acara ini menunjukkan telah dimulainya pewarisan Islam lewat kelompok-kelompok kecil yang dimentori oleh Asisten Biro AAI FK UNS. Grand Opening ini diadakan serentak di seluruh fakultas yang ada di UNS dan dikoordinasikan oleh Biro AAI UNS. Continue reading

Green Campus Sebagai Penutup Spectrum, Aksi Nyata Hijaukan Lingkungan

Pelaksanaan Green Campus (dokumen panitia)

Solo – Jum’at (17/08), masih dalam rangkaian acara Pembekalan Mahasiswa Baru UNS Active Softskill Spectrum Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, program Green Campus diselenggarakan. Program ini merupakan pelaksanaan dari salah satu Surat Keputusan (SK) Rektor UNS dan sudah diadakan turun-temurun dari tahun-tahun sebelumnya. UNS sendiri merupakan universitas yang sudah terkenal sebagai Green Campus.

Continue reading

PRO EMPATIK: PKM-M Mahasiswa FK UNS

Salah Satu Agenda di Pondok Pesantren Daarul Quran Boarding School

Jumat (08/06) telah berlangsung kegiatan pemberian obat, penyuluhan, dan tandatangan SOP yang diadakan oleh sekelompok tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M) dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Kegiatan ini merupakan salah satu dari beberapa rangkaian kegiatan PKM-M yang dilaksanakan oleh tim dengan beranggotakan Muh Nazir Lathif (2016), Zahra Dzakiyatin N (2015), Fauziah Nurul L(2015), Sha Lisa I (2016), dan Muh Daffa A (2017). PRO EMPATIK (Program Eradikasi Massal Scabies) pada Pondok Pesantren Daarul Quran Boarding School yang merupakan program untuk memutus mata rantai penularan penyakit scabies ini berhasil lolos untuk didanai oleh Dikti yang dilaksanakan di pondok santri laki-laki.

“PKM ini merupakan program berkelanjutan yang mengupayakan penyembuhan total dan mengajarkan kebiasaan pola hidup bersih di pondok pesantren guna mencegah penyebaran kutu Sarcoptes scabiei,” ujar Rezi Novierta Pesik, dr., M.Kes. selaku pembimbing dari PKM-M tersebut. Program ini diharapkan dapat diterapkan di pondok pesantren lainnya. Selain itu, pembelajaran pola hidup sehat ini juga diharapkan dapat diterapkan di keluarga santri masing-masing.

“Kegiatan ini sangat membantu dalam menangani masalah penularan scabies di pondok pesantren kami, karena jika hanya seksi kesehatan dan pengurus kurang bisa menangani masalah ini. Alhamdulillah juga diberi obat gratis,” ujar Hafidzh, santri kelas VIII yang menjabat sebagai Ketua Kesehatan. Rangkaian kegiatan PKM-M ini antara lain Hello Scabies!, Pro Empatic Understanding, Scabies Empatic 1, Scabies Empatic 2, Healthy Man, serta Pro Empatic Monitoring and Sharing. Inti dari rangkaian kegiatan tersebut adalah penyuluhan, pemeriksaan (screening), pembersihan lingkungan, pengobatan, dan evaluasi serta monitoring.

“Banyak kendala dalam pelaksanaan PKM-M ini, antara lain terdapat beberapa santri yang tidak ikut serta dalam pemeriksaan (screening), banyaknya santri yang mengabaikan penyakit scabies, dan proses perebusan pakaian pada kegiatan pembersihan lingkungan yang relatif lama. Harapannya, setelah liburan hari raya ini pondok pesantren dapat steril dari Sarcoptes scabiei,” ujar Zahra dan Daffa.

Bertemu Titik Bahagia di Bertabur #3

Pada hari Sabtu (26/5) kemarin, telah dilaksanakan kegiatan BERTABUR (Berbagi Takjil di Bulan Ramadhan) yang diinisiasi oleh Kementrian Sosial Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran UNS bersama dengan Sentra Kegiatan Islam (SKI) Fakultas Kedokteran UNS. Bertabur merupakan kegiatan rutin di Bulan Ramadhan yang sudah dilaksanakan tiga tahun berturut-turut.

“Bertabur merupakan suatu ajang kegiatan sosial yang difasilitasi untuk seluruh KBM, tapi ada juga di luar FK UNS,” ujar Khurin ‘Ain selaku panitia.

Kegiatan yang bertujuan untuk menumbuhkan jiwa sosial yang tinggi dan menciptakan rasa kepedulian terhadap masyarakat umum ini didahului dengan penyediaan layanan donasi. Pengumpulan donasi berakhir dua hari sebelum kegiatan inti berlangsung. Donasi yang diberikan dapat berupa uang maupun barang.

Donasi berupa uang disalurkan dalam bentuk takjil yang dibagikan di sepuluh titik di kota Surakarta. Sepuluh titik tersebut yaitu daerah timur UNS, barat UNS, Terminal Tirtonadi, Terminal Palur, Pasar Gede, Stasiun Balapan, Masjid Agung, Singosaren, Pasar Klewer, dan kawasan Pusat Grosir Solo (PGS). Sementara itu, donasi berupa barang seperti mukena, jilbab, dan sarung disalurkan kepada yayasan panti asuhan.

“Disini kita sebagai volunteer, cuma tangan panjang dari pemberi donasi tersebut. Nah, doa dari orang-orang yang kita beri, itu nggak bisa dibayar dengan apapun. Bahagianya ketika kita memberikan amanah sesuai dengan kriteria dan mereka memberikan doa-doa baiknya ke kita lagi. Itu rasanya benar-benar nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata, karena emang sampai ke hati. Titik bahagianya di situ,” ungkap Astrid, salah satu volunteer Bertabur.


Pembagian takjil di wilayah Pasar Klewer

Sasaran pembagian 1000 kotak takjil oleh 180 volunteer adalah kepada tukang becak, tukang parkir, dan pedagang di sepuluh titik tersebut. Volunteer pembagian takjil berasal dari KBM FK UNS, dan turut meramaikan pula volunteer yang berasal dari luar KBM FK UNS. Pembagian takjil dilakukan serentak pukul 16.00.

Acara ini juga dihadiri oleh Presiden BEM FK UNS, Yogatama yang mana menurutnya ada kebanggaan tersendiri dalam berbuat kebaikan, mengingat kebaikan sejatinya harus dikejar secepat-cepatnya. “Pertama, kita benar-benar memberikan manfaat buat masyarakat. Nggak cuma sekedar buat branding berbagi seribu kotak, tapi ternyata tidak tepat sasaran, yang kita bagi bukan orang-orang membutuhkan. Kedua, harapannya teman-teman FK ketika terjun ke masyarakat nanti mendapatkan suatu ibroh. Karena pasti bapak-ibunya di sana itu punya cerita sendiri. Terakhir, kegiatan bertabur ini menjadi momen kebersamaan KBM,” tambahnya

Satu hal baru yang menjadikan acara Bertabur #3 berbeda dengan sebelumnya adalah adanya tausiyah dari Ustadz Drs. Hanifullah Syukri, M.Hum. Hiburan dari Interferon dan Psikustik juga menambah semarak rangkaian acara Bertabur #3 yang bertempat di Lobby Gedung Pendidikan Dokter FK UNS.

“Sangat mengapresiasi untuk panitia dan penyelenggaranya. Dan juga harapannya mungkin spotnya lebih diperbanyak, karena seandainya jumlah sasaran tidak sesuai dengan ekspektasi dan kriteria, maka akhirnya kita memberikan ke yang kurang sesuai dengan kriteria. Kan seharusnya amanahnya dapat tersampaikan ke orang-orang yang membutuhkan,” tutup Audina, salah satu volunteer Bertabur #3. (CINTA/FARAH/IDOS/ITSNA)

Akhir dari Keseruan Porseni

Sabtu (12/5/2018) telah berlangsung Grand Closing Porseni di lobby Gedung Pendidikan Dokter. Acara tersebut merupakan penutup dari rangkaian Porseni (Pekan Olahraga dan Seni) yang telah diselenggarakan sejak Maret 2018 lalu. Bertemakan Summer Oh Summer, tujuan utama dari acara ini adalah memberi kesenangan pada kontingen sebagai wujud terima kasih atas partisipasi mereka. Continue reading

Tasyakuran dan Evaluasi Prestasi Mahasiswa

Jajaran dekanat dan mahasiswa berprestasi

Pada hari Jumat (4/5/2018), telah berlangsung acara Tasyakuran dan Evaluasi Prestasi Mahasiswa yang diadakan oleh jajaran dekanat Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Acara ini diselenggarakan di Aula Fakultas Kedokteran (FK) dan dihadiri oleh para mahasiswa berprestasi (baik yang sudah menang maupun belum) serta jajaran dekanat. Continue reading

FK UNS di Ajang Liga Medika

Liga Medika, acara tahunan terbesar yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI), kembali digelar pada 21–29 April 2018 di Jakarta. Terdapat empat acara utama dalam rangkaian Liga Medika, yaitu: IMSSO (Indonesian Medical Students’ Sports Olympiad), INAMSC (Indonesia International (bio)Medical Students’ Congress), IMARC (Indonesian Medical Arts Competition), dan HFGM (Have Fun Go Med). Continue reading

Turnamen Pertama Medical Badminton Club sebagai BSO di Kancah Universitas

Final Kejuaraan Bulu Tangkis antar fakultas (ANFAK) di GOR UNS telah dilaksanakan pada Kamis(05/06). Pertandingan yang memperebutkan Piala Bergilir ini dilaksanakan selama empat hari berturut-turut yaitu 2 sampai 5 April 2018. Sesuai dengan namanya, kegiatan ini merupakan ajang yang mempertemukan seluruh fakultas untuk beradu kekuatan dan keahlian dalam memainkan olahraga bulu tangkis. Continue reading

Opini Mahasiswa : Anekdot Idealisme

Oleh Hera Pangastuti, K3 2016

Pada hari Kamis yang manis, seperti biasa aku kuliah sebagaimana mestinya. Hari itu, kelas selesai pukul 2 siang. Karena hujan dan aku kelaparan, akhirnya aku mengajak teman-teman untuk makan di kantin. Hingga malam tiba, tersadar motorku masih terparkir di Gedung F FK UNS. Ditemani salah satu temanku, aku mengambil motor pada pukul 18.45. Betapa kagetnya aku ketika helmku hilang, tinggallah motorku sendirian. Karena dalam kondisi bingung, aku memilih pulang ke kos. Aku bercerita tentang kehilanganku pada salah satu sohibku.

Aku: “Anjir helmku ilang.”

“Astagfirullah, tenanan?” Sahabatku, Choi menanggapi.

Aku:Genah, saiki aku ra nganggo helm. Biasane piye?”
Bener, sekarang aku nggak pake helm. Biasanya gimana?

Choi: “Kok iso sih? Tapi emang udah sering, dan banyak yang kehilangan juga.”

Aku: “Aku yo nggak tau, aku ambil motor udah nggak ada. Mana aku besok harus pulang Klaten. Mosok aku pulang motoran, sirahku gundulan?”

Choi: “Ya pinjam.”

Aku: “Terus kesehariannya, aku nggak pake?”

Choi: “Ya nggak usah. Kan kosmu deket.”

Aku: “Apakah aku masih pantas menyebut diriku mahasiswa K3 yang tiap hari ngomong risiko, kecelakaan, keselamatan, opolah kui, kalau aku sendiri naik motor nggak helm-an?”

Choi: “Jangan terlalu idealis, nanti gila.”

Aku: “Oke. Kalau gitu tak balik. Apakah aku masih pantas mengaku Islam, kalau aku nggak sholat 5 waktu? Apa aku nggak malu sama Tuhan? Helm itu aturan, kewajiban untuk keselamatan, sholat itu aturan, kewajiban untuk umat.”

Choi menjawab dengan keheningan.

Aku: “Kalau manusia sekarang punya tanggung jawab moral dan menerapkan segala keilmuan yang dia dapat dalam kehidupan. Aku rasa mereka nggak akan membenturkan diri mereka pada peraturan. Apalagi menerobosnya secara urakan. Sekarang aku tanya, kamu punya tanggung jawab moral nggak sebagai seorang warga negara terhadap peraturan di negara ini? Oke itu klise. Sekarang kamu punya tanggung jawab moral nggak sama Tuhan, atas otakmu, kepalamu, kedua mata, hidung, pipi, mulut, gigi, dagu, telinga, bahkan kulit wajahmu yang Tuhan berikan lebih dari yang lain?”

Choi hanya bisa terdiam.

Barangkali sedang memikirkan anekdot idealisme yang tergerus arus kekinian sehingga sering kali diremehkan banyak insan.

Tak Kunjung Berhenti Beroperasi, Masyarakat beserta Mahasiswa Kembali Melakukan Aksi Untuk PT. RUM

Sukoharjo – Mahasiswa UNS yang menghadiri aksi mahasiswa pada hari Selasa (06/03) di Bunderan Kartasura.

Sukoharjo – Selasa (06/03) siang telah berlangsung aksi mahasiswa yang diselenggarakan di Bunderan Kartasura oleh Aliansi Mahasiswa Solo Raya. Aksi ini merupakan bentuk dari protes atas PT. Rayon Utama Makmur (RUM) yang tak kunjung menghentikan kegiatan operasionalnya. Aksi ini tidak hanya dihadiri oleh para mahasiswa, ada juga beberapa masyarakat Sukoharjo yang bertempat tinggal tidak jauh dari PT. RUM, lalu beberapa perwakilan dari aktivis 98 pun ikut menghadiri aksi tersebut. Aksi ini di latar belakangi oleh tertangkapnya satu mahasiswa aktivis UMS dan dua orang warga Sukoharjo pada tanggal 4 Maret 2018 Pukul 23.15 WIB oleh 10 orang yang mengaku dari Polda Jawa Tengah. Hal ini merupakan bentuk kriminalisasi yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Pasalnya bentuk kriminalisasi ini bermula dari aksi blokade warga akibat pencemaran udara yang dikeluarkan PT. RUM di Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Kegiatan aksi mahasiswa ini dimulai dengan berkumpulnya massa pada pukul 13.16 WIB di Bunderan Kartasura. Mereka membuka acara dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, yang kemudian dilanjutkan dengan orasi-orasi yang menuntut pemerintah untuk segera menutup PT. RUM. Presiden BEM UNS 2018, Gilang Ridho Ananda juga turut serta dalam berorasi di aksi ini.

Presiden BEM UNS ketika sedang memberikan orasi

“Seharusnya sudah sejak lama warga di sekitar PT. RUM bisa merasakan udara yang bersih. Karena kecacatan hukum yang terjadi di PT tersebut sampai saat ini mereka belum juga bisa menghirup udara yang segar,” ujar Gilang ketika melakukan orasi.

Ketika di konfirmasi lebih lanjut, Gilang menjelaskan bahwa terdapat kecacatan dalam AMDAL yang dilakukan oleh PT. RUM pada tahun 2012. Perizinan yang dilakukan oleh PT. RUM semula untuk garmen, tetapi kenyataannya PT tersebut memproduksi serat sintetis yang dalam produksinya dapat menghasilkan zat berbahaya bagi tubuh, yaitu H2S. Gilang menambahkan, ketika diberi tahu kan hal tersebut kepada Bupati dan DPRD, tidak ada tanggapan dari kedua lembaga tersebut. Rakyat pun mulai melakukan aksi demokrasi berulang-ulang tertanggal 26 Oktober dan 30 November 2017 di depan PT. RUM, 19 Januari 2018 di depan gedung DPRD Kabupaten Sukoharjo, serta 22 Februari 2018 di depan gedung Pemkab Sukoharjo. Dari aksi demokrasi tersebut, Bupati Sukoharjo berjanji akan menutup sementara PT. RUM sesuai dengan Surat Pernyataan Presiden Direktur Perusahaan yang di tanda tangani oleh Muspida Sukoharjo.

Namun pada kenyataannya PT. RUM belum juga menutup pabriknya. Hal ini membuat rakyat melakukan penolakan pada tanggal 23 Februari 2018 berupa memblokade kembali pintu masuk pabrik yang mengakibatkan rakyat melampiaskan kekecewaannya dengan cara membakar ban, merusak pagar, dan merusak pos satpam sampai Bupati Sukoharjo benar-benar mencabut dan membekukan izin lingkungan hidup.

Untuk itu, pada aksi hari ini Aliansi Mahasiswa Solo Raya memutuskan untuk kembali turun ke jalan sebagai aksi solidaritas atas tertangkapnya tiga aktivis yang diduga melakukan tindak pidana dengan sengaja membakar, menjadikan letusan atau mengakibatkan kebanjiran yang mendatangkan bahaya umum serta memberikan tuntutan kepada pemerintah terkait kasus PT. RUM diantaranya: (1) Hentikan kriminalisasi rakyat menolak PT. RUM; (2) Bebaskan pejuang lingkungan hidup yang saat ini berada di Polda Jawa tengah; (3) Usut tuntas kasus pelanggaran HAM yang dilakukan oleh PT. RUM; (4) Cabut dan bekukan izin lingkungan hidup PT. RUM. Berbeda dengan aksi sebelumnya, pada aksi hari Selasa (06/03) kemarin massa mengadakan Salat Ashar bersama-sama di jalan Bunderan Kartasura. (BELLA/ELFANI/FIRDAUS)