Akhir dari Keseruan Porseni

Sabtu (12/5/2018) telah berlangsung Grand Closing Porseni di lobby Gedung Pendidikan Dokter. Acara tersebut merupakan penutup dari rangkaian Porseni (Pekan Olahraga dan Seni) yang telah diselenggarakan sejak Maret 2018 lalu. Bertemakan Summer Oh Summer, tujuan utama dari acara ini adalah memberi kesenangan pada kontingen sebagai wujud terima kasih atas partisipasi mereka. Continue reading

Tasyakuran dan Evaluasi Prestasi Mahasiswa

Jajaran dekanat dan mahasiswa berprestasi

Pada hari Jumat (4/5/2018), telah berlangsung acara Tasyakuran dan Evaluasi Prestasi Mahasiswa yang diadakan oleh jajaran dekanat Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Acara ini diselenggarakan di Aula Fakultas Kedokteran (FK) dan dihadiri oleh para mahasiswa berprestasi (baik yang sudah menang maupun belum) serta jajaran dekanat. Continue reading

FK UNS di Ajang Liga Medika

      No Comments on FK UNS di Ajang Liga Medika

Liga Medika, acara tahunan terbesar yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI), kembali digelar pada 21–29 April 2018 di Jakarta. Terdapat empat acara utama dalam rangkaian Liga Medika, yaitu: IMSSO (Indonesian Medical Students’ Sports Olympiad), INAMSC (Indonesia International (bio)Medical Students’ Congress), IMARC (Indonesian Medical Arts Competition), dan HFGM (Have Fun Go Med). Continue reading

Turnamen Pertama Medical Badminton Club sebagai BSO di Kancah Universitas

Final Kejuaraan Bulu Tangkis antar fakultas (ANFAK) di GOR UNS telah dilaksanakan pada Kamis(05/06). Pertandingan yang memperebutkan Piala Bergilir ini dilaksanakan selama empat hari berturut-turut yaitu 2 sampai 5 April 2018. Sesuai dengan namanya, kegiatan ini merupakan ajang yang mempertemukan seluruh fakultas untuk beradu kekuatan dan keahlian dalam memainkan olahraga bulu tangkis. Continue reading

Opini Mahasiswa : Anekdot Idealisme

Oleh Hera Pangastuti, K3 2016

Pada hari Kamis yang manis, seperti biasa aku kuliah sebagaimana mestinya. Hari itu, kelas selesai pukul 2 siang. Karena hujan dan aku kelaparan, akhirnya aku mengajak teman-teman untuk makan di kantin. Hingga malam tiba, tersadar motorku masih terparkir di Gedung F FK UNS. Ditemani salah satu temanku, aku mengambil motor pada pukul 18.45. Betapa kagetnya aku ketika helmku hilang, tinggallah motorku sendirian. Karena dalam kondisi bingung, aku memilih pulang ke kos. Aku bercerita tentang kehilanganku pada salah satu sohibku.

Aku: “Anjir helmku ilang.”

“Astagfirullah, tenanan?” Sahabatku, Choi menanggapi.

Aku:Genah, saiki aku ra nganggo helm. Biasane piye?”
Bener, sekarang aku nggak pake helm. Biasanya gimana?

Choi: “Kok iso sih? Tapi emang udah sering, dan banyak yang kehilangan juga.”

Aku: “Aku yo nggak tau, aku ambil motor udah nggak ada. Mana aku besok harus pulang Klaten. Mosok aku pulang motoran, sirahku gundulan?”

Choi: “Ya pinjam.”

Aku: “Terus kesehariannya, aku nggak pake?”

Choi: “Ya nggak usah. Kan kosmu deket.”

Aku: “Apakah aku masih pantas menyebut diriku mahasiswa K3 yang tiap hari ngomong risiko, kecelakaan, keselamatan, opolah kui, kalau aku sendiri naik motor nggak helm-an?”

Choi: “Jangan terlalu idealis, nanti gila.”

Aku: “Oke. Kalau gitu tak balik. Apakah aku masih pantas mengaku Islam, kalau aku nggak sholat 5 waktu? Apa aku nggak malu sama Tuhan? Helm itu aturan, kewajiban untuk keselamatan, sholat itu aturan, kewajiban untuk umat.”

Choi menjawab dengan keheningan.

Aku: “Kalau manusia sekarang punya tanggung jawab moral dan menerapkan segala keilmuan yang dia dapat dalam kehidupan. Aku rasa mereka nggak akan membenturkan diri mereka pada peraturan. Apalagi menerobosnya secara urakan. Sekarang aku tanya, kamu punya tanggung jawab moral nggak sebagai seorang warga negara terhadap peraturan di negara ini? Oke itu klise. Sekarang kamu punya tanggung jawab moral nggak sama Tuhan, atas otakmu, kepalamu, kedua mata, hidung, pipi, mulut, gigi, dagu, telinga, bahkan kulit wajahmu yang Tuhan berikan lebih dari yang lain?”

Choi hanya bisa terdiam.

Barangkali sedang memikirkan anekdot idealisme yang tergerus arus kekinian sehingga sering kali diremehkan banyak insan.

Tak Kunjung Berhenti Beroperasi, Masyarakat beserta Mahasiswa Kembali Melakukan Aksi Untuk PT. RUM

Sukoharjo – Mahasiswa UNS yang menghadiri aksi mahasiswa pada hari Selasa (06/03) di Bunderan Kartasura.

Sukoharjo – Selasa (06/03) siang telah berlangsung aksi mahasiswa yang diselenggarakan di Bunderan Kartasura oleh Aliansi Mahasiswa Solo Raya. Aksi ini merupakan bentuk dari protes atas PT. Rayon Utama Makmur (RUM) yang tak kunjung menghentikan kegiatan operasionalnya. Aksi ini tidak hanya dihadiri oleh para mahasiswa, ada juga beberapa masyarakat Sukoharjo yang bertempat tinggal tidak jauh dari PT. RUM, lalu beberapa perwakilan dari aktivis 98 pun ikut menghadiri aksi tersebut. Aksi ini di latar belakangi oleh tertangkapnya satu mahasiswa aktivis UMS dan dua orang warga Sukoharjo pada tanggal 4 Maret 2018 Pukul 23.15 WIB oleh 10 orang yang mengaku dari Polda Jawa Tengah. Hal ini merupakan bentuk kriminalisasi yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Pasalnya bentuk kriminalisasi ini bermula dari aksi blokade warga akibat pencemaran udara yang dikeluarkan PT. RUM di Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Kegiatan aksi mahasiswa ini dimulai dengan berkumpulnya massa pada pukul 13.16 WIB di Bunderan Kartasura. Mereka membuka acara dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, yang kemudian dilanjutkan dengan orasi-orasi yang menuntut pemerintah untuk segera menutup PT. RUM. Presiden BEM UNS 2018, Gilang Ridho Ananda juga turut serta dalam berorasi di aksi ini.

Presiden BEM UNS ketika sedang memberikan orasi

“Seharusnya sudah sejak lama warga di sekitar PT. RUM bisa merasakan udara yang bersih. Karena kecacatan hukum yang terjadi di PT tersebut sampai saat ini mereka belum juga bisa menghirup udara yang segar,” ujar Gilang ketika melakukan orasi.

Ketika di konfirmasi lebih lanjut, Gilang menjelaskan bahwa terdapat kecacatan dalam AMDAL yang dilakukan oleh PT. RUM pada tahun 2012. Perizinan yang dilakukan oleh PT. RUM semula untuk garmen, tetapi kenyataannya PT tersebut memproduksi serat sintetis yang dalam produksinya dapat menghasilkan zat berbahaya bagi tubuh, yaitu H2S. Gilang menambahkan, ketika diberi tahu kan hal tersebut kepada Bupati dan DPRD, tidak ada tanggapan dari kedua lembaga tersebut. Rakyat pun mulai melakukan aksi demokrasi berulang-ulang tertanggal 26 Oktober dan 30 November 2017 di depan PT. RUM, 19 Januari 2018 di depan gedung DPRD Kabupaten Sukoharjo, serta 22 Februari 2018 di depan gedung Pemkab Sukoharjo. Dari aksi demokrasi tersebut, Bupati Sukoharjo berjanji akan menutup sementara PT. RUM sesuai dengan Surat Pernyataan Presiden Direktur Perusahaan yang di tanda tangani oleh Muspida Sukoharjo.

Namun pada kenyataannya PT. RUM belum juga menutup pabriknya. Hal ini membuat rakyat melakukan penolakan pada tanggal 23 Februari 2018 berupa memblokade kembali pintu masuk pabrik yang mengakibatkan rakyat melampiaskan kekecewaannya dengan cara membakar ban, merusak pagar, dan merusak pos satpam sampai Bupati Sukoharjo benar-benar mencabut dan membekukan izin lingkungan hidup.

Untuk itu, pada aksi hari ini Aliansi Mahasiswa Solo Raya memutuskan untuk kembali turun ke jalan sebagai aksi solidaritas atas tertangkapnya tiga aktivis yang diduga melakukan tindak pidana dengan sengaja membakar, menjadikan letusan atau mengakibatkan kebanjiran yang mendatangkan bahaya umum serta memberikan tuntutan kepada pemerintah terkait kasus PT. RUM diantaranya: (1) Hentikan kriminalisasi rakyat menolak PT. RUM; (2) Bebaskan pejuang lingkungan hidup yang saat ini berada di Polda Jawa tengah; (3) Usut tuntas kasus pelanggaran HAM yang dilakukan oleh PT. RUM; (4) Cabut dan bekukan izin lingkungan hidup PT. RUM. Berbeda dengan aksi sebelumnya, pada aksi hari Selasa (06/03) kemarin massa mengadakan Salat Ashar bersama-sama di jalan Bunderan Kartasura. (BELLA/ELFANI/FIRDAUS)

Penyambutan Peserta Solo Medical Cup 2018 Berlangsung Meriah

Solo – Wilujeng Party sebagai acara penyambutan peserta Solo Medical Cup 2018 telah diadakan pada Kamis (8/2) malam hari kemarin di Balai Kelurahan Manahan. | dok. Panitia

 

SOLO – Wilujeng Party Solo Medical Cup 2018 digelar pada Kamis (8/2) pukul 18.00 sampai 21.00 WIB. Acara yang diadakan di Balai Kelurahan Manahan ini merupakan penyambutan peserta main event Solo Medical Cup (SMC) 2018 yang akan mengikuti lomba basket yang dimulai tanggal 10 Februari di GOR UNS dan lomba futsal yang dimulai tanggal 12 Februari di GOR Manahan.

Tari Gambyong yang ditampilkan oleh BKKT UNS sebagai pembuka dari acara Wilujeng Party SMC 2018. | dok. Panitia

            Acara dibuka dengan Tari Gambyong oleh UKM BKKT (Unit Kegiatan Mahasiswa Badan Koordinasi Kesenian Tradisional) UNS dilanjutkan dengan sambutan oleh Dr. techn. Ir. Sholihin As’ad (Ketua dies natalis UNS ke-42), Paramasari Dirgahayu dr., Ph.D. (Wakil Dekan III FK UNS), Joni Hari Sumantri (Kepala Dispora Solo), Yogatama Wirawan (Presiden BEM FK UNS), dan Cacuk Awang (Ketua SMC 2018). Pemukulan gong sebagai simbol pembukaan rangkaian main event dari SMC 2018 dilakukan oleh Dr. techn. Ir. Sholihin As’ad. Kemudian acara dilanjutkan dengan pemutaran video teaser SMC 2018 dan diakhiri dengan jamuan makan yang disertai dengan alunan musik akustik oleh panitia SMC 2018.

            Menurut Arya, salah satu peserta lomba basket dari Universitas Lambung Mangkurat, tempat berlangsungnya acara lebih kecil dari tahun kemarin, tetapi tetap tidak menghambat keseruan dari acara itu sendiri. “Semoga lebih sportif saja dan semoga lebih baik,” harapnya untuk acara SMC ke depannya.

            Selain itu, salah satu penanggung jawab acara, Maula, mengatakan acaranya cukup meriah dan sudah melebihi ekspektasi. Ia sendiri tidak menyangka peserta yang datang Wilujeng Party akan sebanyak itu mengingat jeda waktu antara Wilujeng Party dan main event yang relatif jauh, terutama futsal. Ia juga mengeluhkan cuaca yang menghambat panitia karena menyulitkan loading barang. “Tapi, ya, alhamdulillah, acaranya lancar dan jalannya sudah sesuai waktu,”  ungkapnya. (RAFI/TYO)         

Baksos SMC: Melaksanakan Pengabdian Masyarakat Dengan Cara yang Menyenangkan

Minggu (4/2/2018), di area Car Free Day, Jl. Slamet Riyadi, Solo, berlangsung Baksos SMC (Solo Medical Cup) 2018. Acara tersebut meliputi konsultasi dokter spesialis, cek gula darah, cek fungsi paru, talkshow tentang bahaya merokok, dan long march sambil memunguti sampah sebagai bentuk peduli lingkungan. Masyarakat menyambut acara ini dengan antusias sehingga pengunjung mencapai ribuan.

Selain menyemarakkan Dies Natalis UNS ke-42, acara ini bertujuan untuk branding main event SMC 2018, yaitu lomba futsal dan basket. Sasarannya adalah masyarakat khususnya generasi muda di usia produktif supaya dapat memanfaatkan waktu untuk kegiatan seperti perlombaan tersebut, alih-alih merokok yang mengganggu kesehatan baik perokok maupun orang sekitarnya.

“Sangat membantu dan bermanfaat. Saya dapat konsultasi langsung dengan dokter spesialis kulit di CFD. Masyarakat bisa semakin peduli dan paham kalau beberapa penyakit bisa dicegah,” ungkap Indah, salah satu pengunjung stand konsultasi dokter spesialis.

Dari sekian banyak pasien yang datang berkonsultasi paling banyak mengeluhkan sakit di sekitar lambung, “pasien tidak melakukan pola makan teratur, kesadaran memelihara kesehatan kurang, kurang edukasi ttg penggunaan obat dan penyakitnya. Kebanyakan pasien kronis. Kesulitan memenuhi kebutuhan, kurang paham.” Ujar dr. Nisa spesialis penyakit dalam.

Acara yang telah dipersiapkan sejak Desember 2017 ini berkolaborasi dengan Rumah Sakit UNS, RSUD Moewardi, dan IDI (Ikatan Dokter Indonesia). Menurut dokter Nisa spesialis penyakit dalam, tema bahaya merokok dan kesehatan paru-paru adalah pilihan yang tepat. Melalui penggunaan spirometer oleh dokter spesialis paru, masyarakat yang mengharapkan pengobatan lengkap bisa tahu pelayanan dari Rumah Sakit UNS dan RSUD Moewardi. Dokter Nisa juga menambahkan, melalui baksos ini, mahasiswa diharapkan lebih peka terhadap kondisi masyarakat dan meningkatkan promosi serta edukasi kesehatan.

NLS (National Leadership Summit)

      No Comments on NLS (National Leadership Summit)

National Leadership Summit (NLS) merupakan salah satu rangkaian acara tahunan dari tiga meeting nasional yang diselenggarakan oleh Center of Indonesia Medical Student Association (CIMSA) Nasional.

Pada tahun ini CIMSA Universitas Sebelas Maret menjadi tuan rumah NLS 2018 yang dilaksanakan pada tanggal 1-4 Februari 2018 di Azhima Resort an Convention dengan tema yang dirancang oleh pengurus CIMSA Nasional yakni “Menerapkan CIMSA Statistical System“. Dari tema tersebut CIMSA mempunyai tujuan menjadi organisasi yang berbasis data.

Acara ini diikuti oleh 350 delegasi dari 23 universitas yang terdapat CIMSA atau disebut Lokal CIMSA.

Pelaksanaan NLS ini mengikuti ToR (Terms of Reference) dari CIMSA Nasional kecuali pada rangkaian acara Welcoming Party dan Farewell Party yang sepenuhnya merupakan kewenangan dari panitia NSL CIMSA UNS. Konsep yang digunakan dalam acara Welcoming Party yakni memperkenalkan budaya jawa kepada seluruh delegasi dengan menunjukkan keramahan Liaison Officer dan berbagai pertunjukan tarian jawa. (Haidar/Rasyid)

Leila S. Chudori Gelar Diskusi Novel “Laut Bercerita”

Solo – Sabtu (27/01) telah diadakan diskusi novel dan pemutaran film “Laut Bercerita” oleh Leila S. Chudori di Bentara Budaya Balai Soetjadmoko. | doc. Tri Win (Mata Pena)

Solo – Sabtu (27/01) pukul 19.00 WIB berlangsung acara diskusi novel Laut Bercerita dan pemutaran film pendek dengan judul yang sama di Bentara Budaya Balai Soedjatmoko. Acara tersebut dimulai dengan pemutaran film Laut Bercerita berdurasi sekitar 30 menit, kemudian dilanjutkan tanya jawab seputar novel dan film bersama Leila S. Chudori dan Mohamad Fauzi.

Acara diskusi ini disambut antusias oleh masyarakat Solo sehingga Balai Soedjatmoko tidak dapat menampung seluruh orang yang datang. Banyak peserta yang berdiri di luar serta sesekali berdesakan untuk melongok ke dalam ruangan yang penuh dengan peserta diskusi yang duduk lesehan.

Novel Laut Bercerita mengisahkan tentang mahasiswa-mahasiswa aktivis era 1990-an yang membangun gerakan perlawanan untuk melawan rezim Orde Baru yang represif. Tidak heran jika peserta acara diskusi ini didominasi kalangan mahasiswa.

Laut Bercerita bukan novel pertama Leila S. Chudori, sebelumnya beliau telah menulis novel 9 dari Nadira (2009) dan Pulang (2012). “Karena penulis novel biasanya cenderung menuliskan wataknya pada tokoh-tokoh yang ada di novel tersebut dan hal itu memungkinkan adanya persamaan watak pada karya-karya satu orang penulis.” Ungkap Leila. (Haidar/Regina)